Kabar Terbaru Si Biru Langit

Kabar Terbaru Si Biru Langit

Kabar Terbaru Si Biru Langit

Di tengah hingar bingar kedatangan Guardiola ke Kota Manchester, Manuel Pellegrini tidak ambil pusing. Dirinya tetap fokus memenangkan satu persatu pertandingan yang bersisa. Semalam City kembali menang tipis 1-0 atas Sunderland.

Review

Kemenangan City atas Sunderland semalam, diperoleh dengan susah payah. Terbukti, City dipaksa lebih banyak berada di sepertiga lapangan belakang. Sunderland mencoba menekan City dengan berbagai cara untuk mencetak gol, terlebih setelah ketinggalan 1-0. Namun lagi-lagi, kedalaman skuad dan kapasitas tim berbicara. City mampu membalikkan keadaan dengan mencetak gol kemenangan.

Tekanan gencar yang dilakukan Sunderland di sepanjang babak kedua membuat Pellegrini memasukkan Alexander Kolarov yang sebetulnya tidak akan dimainkan. Masuknya Kolarov harus mengorbankan Yaya Toure yang terpaksa ke luar demi pembentukan strategi dan formasi baru.

Permainan militan yang ditunjukkan Sunderland dinilai Pellegrini seperti partai final. Pellegrini memahami bahwa Sunderland tengah berjuang ke luar dari zona degradasi. Jadi, untuk tim seperti itu, setiap pertandingan akan dilihat sebagaimana final sebuah kompetisi. Seperti terlihat di papas klasemen EPL, saat ini  Sunderland sedang berada di zona tidak aman dan terancam turun tahta ke divisi utama EPL.

Makna Gol Aguero

Pada pertandingan yang diadakan Rabu (3/2/2016) tersebut  Sergio Kun Aguero menjadi pembeda. Aguero mencetak satu-satunya gol bagi City. Meski cuma satu gol, namun gol tersebut memiliki makna besar bagi dirinya maupun bagi Pellegrini.

Dengan tambahan satu gol tersebut, Aguero telah membukukan 56 gol di EPL selama diasuh Pellegrini. Perolehan ini tercatat 21 lebih banyak dari gol para pemain City yang lain. Dengan gol tersebut, Aguero semakin memantapkan dirinya dalam melanjutkan trend positif selama Januari. Di bulan Januari, Aguero mampu mencetak 7 gol dan dua assist.  Lebih hebatnya lagi, dalam 8 penampilan terakhir di seluruh laga, Aguero juga telah mencetak 8 gol. Bila digabungkan dengan 2 pertandingan EPL sebelumnya, maka dalam 10 laga terakhir EPL, Aguero tercata telah mengoleksi 12 gol.

Bagi Pellegrini sendiri, gol yang dicetak Aguero semalam menandakan 100 laga yang pernah dijalaninya selama menukangi Manchester City. Kemenangan atas Sunderland semalam menjadi kemenangan ke 65 Pellegrini di EPL. Jumlah ini hanya kalah dari Jose Mourinho yang pernah meraih 73 kali kemenangan dalam 100 laga di EPL.

Pellegrini Akan Ke Chelsea?

Sudah barang tentu kedatangan Guardiola ke Kota Manchester akan menggeser posisi Pellegrini. Musim depan, Pellegrini sudah harus angkat koper dari Kota Manchester. Benar saja, bahkan saat ini, Pellegrini sudah dikabarkan sedang diincar si biru yang lain, yakni Chelsea.

Chelsea diketahui sedang berada dalam masa transisi. Penampilan buruk Mourinho di pertengahan musim pertama mengharuskan Chelsea mengganti nahkoda. Penampilan Mou di awal musim betul-betul tidak menunjukkan bahwa dirinya adalah pelatih hebat. Sekaligus, pencapaian Chelsea di awal musim sama sekali tidak menunjukkan bahwa mereka adalah juara bertahan. Pada beberapa pertandingan awal, Chelsea sering kalah di kandang maupun tandang melawan tim-tim kecil. Tidak pelak, managemen Abramovich terpaksa harus mengubah sudut pandang tentang Mou musim ini.

Tersebutlah nama Guss Hiddink untuk mengisi kekosongan kursi pelatih hingga akhir musim selesai. Di awal musim depan, berkemungkinan Hiddink tidak lagi akan dipakai jasanya. Beberapa nama pun telah masuk list managemen Chelsea, seperti Antonio Conte, Massimiliano Allegri, dan terakhir Manuel Pellegrini. Pellegrini diprediksi sebagai nominator terkuat dibanding kandidat lain.

Dipilihnya nama Pellegrini sebagai nominator terkuat tentu bukan tanpa alasan. Pellegrini adalah pelatih bertangan dingin yang tidak miskin gelar. Di EPL, Pellegrini telah mengoleksi 1 titel gelar Primier League dan 1 titel Piala Liga Inggris. Ini adalah pencapaian yang tidak bisa dikatakan buruk, mengingat Pellegrini baru berada di Inggris selama 2,5 tahun terakhir. Pellegrini memimpin Manchester City pada 2013 menggantikan posisi Roberto Mancini yang juga sukses memberikan gelar  EPL pertama pada si biru langit di musim pertamanya.

Hiddink sendiri merasa Pellegrini adalah pelatih yang hebat. Hiddink merasa kagum dengan gaya sepak bola Pellegrini. Hiddink secara pribadi sangat menghormati Pellegrini. Baginya, Pellegrini adalah pelatih yang lengkap dan tugasnya sekarang adalah menuntaskan perjuangan Chelsea hingga separuh musim ke depan. Dan bila musim depan Pellegrini benar-benar datang ke Stanford Bridge, Hiddink tidak akan merasa keberatan. Hiddink menyerahkan sepenuhnya keputusan ke tangan manajemen Chelsea.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *