Pensiunnya Vidic dan Catatan Para Pemain Belakang Terbaik Eropa

Pensiunnya Vidic dan Catatan Para Pemain Belakang Terbaik Eropa

Pensiunnya Vidic dan Catatan Para Pemain Belakang Terbaik Eropa

Kabar menyedihkan datang dari Nemanja Vidic. Pemain Inter Milan ini memutuskan untuk pensiun akibat terlalu sering mengalami cedera. Ia pun memutuskan kontraknya dengan salah satu klub Serie A Italia itu. Meski harus mengakhir karirnya, Vidic telah menjalankan perannya sebagai salah satu pemain bertahan terbaik di Eropa. Ia pun dikenal sebagai bagian dari duet tangguh yang pernah dimiliki oleh MU. Di ajang Liga Utama Inggris, Vidic adalah partner terbaik dari Rio Ferdinand. Keduanya adalah sosok-sosok penting yang menciptakan lapisan pertahanan terbaik di Liga Utama Inggris.

Tahun 2006, Vidic didatangkan ke Old Trafford. Bersama Ferdinand, mereka membentuk lapisan pertahanan terbaik dan berhasil merebut beberapa gelar seperti liga, dan Champions. Ketika dua pemain itu akhirnya cabut dari klub, di saat itulah MU mengalami masa-masa krisis di bawah kepemimpinan Gaal.

Selain duet itu, MU juga pernah memiliki masa terbaik dengan dua pemain bertahan Steve Bruce dan Gary Pallister. Mereka adalah bagian penting dari skuad MU yang menjadi juara di musim 1992/1993 dan 1993/1994. Mereka ibarat pasangan tak terpisahkan di lapangan dengan berbagai perolehan gelar seperti FA 1990 dan Winners 1991.

Sementara itu, sebelum bersama Vidic, Ferdinand juga menjadi pasangan terbaik bagi Lucas Radebe. Kehadiran Ferdinand di tahun 2000 terbukti semakin menyempurnakan peran Radebe di barisan pertahanan. Dengan kata lain, Ferdinand mewarisi semua pengalaman dan bakat yang ditularkan oleh Radebe dan kemudian melanjutkannya dalam peran bersama Vidic.

Namun bukan hanya MU yang pernah memiliki duet bek terbaik. Ada sejumlah pasangan penting di barisan belakang klub-klub Inggris yang menorehkan prestasi luar biasa dalam karir mereka. Siapa sajakah mereka?

Terry dan Carvalho

Awal kedatangannya di Chelsea, Mourinho pun memanggi salah satu mantan anak didiknya di Porto, Carvalho. Ia diproyeksikan sebagai rekan untuk Terry di lini belakang. Pasangan ini pun sukses membentuk barisan pertahanan Chelsea yang mantap. Sepanjang musim 2004/2005, mereka berhasil meminimalisir jumlah gol yang diciptakan lawan. Praktisnya, Chelsea cuma kebobolan sebanyak 13 kali. Duet itu pun terus berlanjut hingga Chelsea mampu merebut gelar juara liga, FA, dan Piala Liga. Tahun 2010, Carvalho pun pindah ke Real Madrid dan menyebabkan skuad yang kurang sempurna di bagian belakang.

Lebouf dan Desailly

Di era sebelumnya, Chelsea juga punya duet maut dari Lebouf dan Desailly. Selama 6 tahun, mereka mengawal barisan pertahanan Chelsea. Tahun 1998, mereka turut mengantarkan gelar Piala Super Eropa. Dua tahun kemudian, mereka juga berhasil mempersembahkan Piala FA. Uniknya, keduanya juga menjadi pasangan sukses di tim nasional Prancis dengan gelar juara dunia tahun 1998.

Tony Adams dan Martin Keown

Arsenal juga pernah punya masa-masa keemasan dengan duet bek sempurna. Mereka adalah Adams dan Keown. Sebenarnya bukan cuma dua bek itu saja yang menonjol. Sebab klub ini juga punya sederet pemain belakang terbaik seperti Bould, Winterburn, dan Dixon. Namun duet itulah yang sangat fenomenal sehingga Arsenal pun berhasil meraih juara ganda pada 1998 dan 2002.

Selain duet itu, Arsenal juga pernah memiliki Sol Campbell dan Kolo Toure. Di musim 2003/2004, klub ini seolah nyaris tak terkalahkan. Banyak yang menganggapnya sebagai pengaruh lapangan depan tim. Tetapi fakta yang tak bisa dielakkan adalah bagaimana tim itu mampu meminimalisir jumlah gol di musim tersebut.

Hyypia dan Henchoz

Musim 2000/2001 adalah masa-masa penting bagi Liverpol. Di saat itulah mereka memiliki duet tangguh dari dua bek andalan. Di masa itu, mereka juga berhasil mempersembahkan treble pada klub. Boleh dikata, duet ini merupakan bagian yang mungkin akan sangat sulit untuk mencari penggantinya di masa-masa sekarang.

Pensiunnya Vidic di dunia sepakbola akibat cedera juga membuktikan bahwa peran seorang pemain bertahan sangatlah berat. Selain harus menjaga barisan di belakang, ia dituntut untuk selalu tampil prima dan bisa sekali-kali membantu arah penyerangan. Beratnya tugas seorang pemain belakang tentu saja tak bisa dilakukan sendiri karena harus ditopang oleh kerjasama terbaik di barisan tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *