Tiga Target Utama Barisan Muda Tottenham

Tiga Target Utama Barisan Muda Tottenham

Tiga Target Utama Barisan Muda Tottenham

Tiga Target Utama Barisan Muda Tottenham

Kehadiran Tottenham Hotspur di Liga Utama Inggris membuktikan bahwa ada klub yang selalu tampil konsisten dalam upaya perebutan klasemen. Klub yang punya julukan Lily White ini berhasil mengungguli tiga penghuni senior klasemen yaitu Chelsea, Liverpool, dan MU. Tottenham sekarang menempati peringkat 4, tipis di atas MU yang berada di posisi 5. Sedangkan Liverpool masih berjuang di peringkat 7 dan Chelsea yang tertinggal jauh di posisi 13.

Barisan Muda

Saat ini, Liga Inggris telah memasuki putaran ke-23 dan Tottenham nampaknya semakin kencang melaju dan bisa saja merambat naik lebih tinggi. Yang lebih keren lagi, tim ini lebih mengandalkan barisan pemain muda yang masing-masing menempati posisi penting di lapangan. Pemain yang paling tua saja hanya satu, berusia 32 tahun yaitu Michael Vrom sang penjaga gawang. Sisanya adalah barisan pemain muda mulai dari Dele Alli, Eric Dier, Danny Rose, Toby Alderweireld, Erik Lamela, Christian Eriksen, dan Harry Kane. Rata-rata berusia 19 hingga 25 tahun.

Pada umumnya, para pemain yang masih berusia muda cenderung ditempatkan di bangku cadangan sebagai lapisan kedua tim senior. Namun Tottenham justru menempatkan mereka dalam sebuah skuad utama. Vrom, sang penjaga gawang yang notabene berusia paling tua malah ditempatkan sebagai cadangan. Sepertinya manajer Mauricio Pochettino merasa sangat percaya diri dengan skuad muda yang dimilikinya saat ini. Para pemain andalannya juga tampil sangat memuaskan dalam hampir setiap pertandingan yang dijalani.

Statistik Penampilan

Bukti yang lebih meyakinkan lagi bahwa Tottenham sangat mengandalkan barisan muda adalah statistik penampilan mereka. Misalnya saja Eric Dier yang baru berusia 22 tahun. Total ia bermain sebanyak 22 kali laga. Sang kapten, Hugo Lloris telah tampil sebanyak 29 kali. Harry Kane yang berusia 23 tahun tampil sebanyak 23 laga, Jan Vertonghen sebanyak 23 kali, dan Toby Alderweireld sebanyak 23 kali.

Apa alasan Pochettino lebih mengandalkan skuad muda di Tottenham? Ia menjelaskan bahwa para pemain muda cenderung punya semangat untuk mencapai gelar juara sebanyak-banyaknya. Fisik dan mental yang terbina dengan baik adalah modal utama untuk mencapai kesuksesan tersebut. Ia berpendapat bahwa rata-rata pemain senior yang berpengalaman juara cenderung mengalami penurunan semangat untuk meraih gelar juara. Jadi, intinya bukan dari usia pemain itu sendiri, namun bagaimana mereka selalu termotivasi untuk terus menang dan menang.

Sang manajer selama ini memang identik dengan rasa percaya dirinya pada para pemain muda. Sebelum menangani Tottenham, ia juga sukses bersama Southampton dengan sejumlah barisan muda. Banyak pemain muda yang akhirnya ia bimbing dan melejit seperti Morgan Schneiderlin, Victor Wanyama, Nataniel Clyne, dan Luke Shaw. Setelah bergabung bersama Tottenham, ia semakin mematangkan konsep mengasah para pemain muda untuk target juara.

Target juara liga tentu saja dipastikan dengan perolehan 42 poin hingga sekarang ini. Selisihnya dengan puncak klasemen sebesar 5 poin. Jika mereka semakin konsisten di jalur kemenangan, bukan tak mungkin kalau bisa menggeser posisi Leicester City. Selain target juara liga, mereka berpeluang besar untuk merebut Piala FA. Pada babak berikutnya, mereka akan bermain melawan Crystal Palace. Masuk ke 16 besar dan kemungkinan bisa sukses karena akan bermain di kandang sendiri. Di ajang Liga Eropa, mereka akan bertemu dengan Fiorentina. Lawan yang tak bisa dianggap enteng karena saat ini sedang menempati posisi 3 di klasemen Serie A Italia.

Tiga target juara itulah yang saat ini sedang diupayakan oleh skuad muda Tottenham. Berbekal semangat saja memang tak cukup, karena harus didukung oleh fisik dan stamina. Dua hal itu juga pasti dimiliki oleh barisan muda Tottenham. Namun hambatan yang mungkin terjadi adalah kematangan mereka dalam menjalani level pertandingan yang lebih besar. Tottenham adalah tim yang dulunya dianggap sebagai kuda hitam, namun semakin membuktikan bahwa mereka sangat layak untuk berperan besar di Liga Utama Inggris. Menilik usia skuad yang rata-rata masih muda, dalam beberapa tahun ke depan mereka bisa menjadi tim tangguh yang matang di Liga Utama Inggris.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *